Kenapa hari valentine ada?siapa pembuat hari valentie ?bagaimana kisahnya?
1. Sejarah singkat :
Valentin,atau Valentinus yang di Indonesia beberapa waktu terakhir ini
mulai dipopulerkan secara luas dengan istilah Valentin (tanpa e atau huruf
s) sebetulnya nama seorang MARTYR (orang kristen yang terbunuh karena
mempertahankan ajaran agama yang dianutnya),VALENTIN yang sebenarnya adalah
nama seorang tokoh agama kristen yang karena kesolehannya dan
kedermawanannya diberi gelar Saint atau Santo disingkat dengan St,dia
mempunyai tempat istimewa didalam ajaran agama ini.
Panggilan atau gelar ini dilekatkan pula kepada tokoh kristen yang
lainnya,seperti St.Paul, St.Peter, St.Agustine dan sebagainya.St hanya
dihubungkan dengan nama seorang penganjur dan pemimpin besar agama kristen
dan karenanya tidak dapat diberikan kepada sembarang pemeluk agama ini,yang
tingkat keagamaannya masih rendah.St Valentin ini karena pertentangannya
dengan Kaisar CLAUDIUS II penguasa Romawi pada waktu itu berakhir dengan
pembunuhan atas dirinya pada abad ketiga, tepatnya pada tanggal 14 Februari
tahun 270 masehi, Menurut kepercayaan kristen kematian Valentin ini
dikategorikan kepada mati syahid, sebagaimana orang islam menyebut bagi
seorang muslim yang terbunuh didalam peperangan mempertahankan agamanya.
Kematian yang tragis ,kesolehan dan kedermawanan Valentin ini, tidak
dapat dilupakan oleh para pengikutnya dibelakang, Valentine dijadikan simbol
bagi ketabahan, keberanian, dan kepasrahan seorang kristen menghadapi
kenyataan hidupnya. Namanya dipuja dan diagungkan dan hari kematiannya
diperingati oleh pengikutnya dalam setiap upacara keagamaan yang dianggap
sesuai dengan peristiwa tragis itu.
Upacara peringatan yang pada mulanya bersifat religius itu dimulai pada
abad ketujuh Masehi dan berlangsung sampai abad keempat belas dan setelah
abad itu SIGNIFIKANSI keagamaannya mulai hilang dan tertutup oleh Upacara
dan Ceremony yang non agamais.
2. VALENTINES DAY ATAU HARI VALENTIN
Hari Valentin, sebagaimana dikatakan diatas adalah hari kematian
Valentine yang kemudian diperingati oleh para pengikutnya setiap tanggal 14
februari tahun yang sedang berjalan.Hari Valentine ini kemudian dihubungkan
pula dengan pesta atau perjamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang
disebut "SUPERCALIA" yang biasanya jatuh pada tanggal 15 Februari, Setelah
orang romawi masuk kristen maka pesta "SUPERCALIA"itu secara religius
dikaitkan dengan kematian atau upacara kematian St Valentie. Penerimaan
Valentine sebagai model kasih sayang tulus diduga seperti berasal dari
kepercayaan orang Eropa, bahwa masa kasih sayang mulai bersemi bagi burung
jantan dan burung betina pada tgl 14 Februari setiap tahunnya.
Perkiraannya atau kepercayaannya ini lalu berkembang menjadi pengertian
umum bahwa sebaiknya pihak pemuada mencari seorang pemudi (wanita) untuk
menjadikan pasangannya dan sebaliknya seorang wanita mencari seorang pemuda
untuk menjadi teman hidupnya pada tgl 14 Februari itu pula.Bersamaan dengan
itu pula,mereka menyarankan untuk saling tukar tanda mata atau cadeau (kado)
sebagai lambang terbinanya kasih sayang diantara mereka.Namun Valentine ini
lebih dipopulerkan lagi oleh orang-orang Amerika dalam bentuk Greeting Card
(kartu ucapan selamat) terutama sejak berakhirnya perang dunia ke I.
Demikianlah lama kelamaan nama dari seorang yang bergelar Santo
Valentine itu akan jauh bergeser dari semuanya, orang yang datang dibelakang
hanya akan menyebut namanya lewat Greeting Card.Pesta persaudaraan, tukar
tanda mata, tanpa mengetahui latar belakang sejarahnya yang berumur lebih
dari 1700 tahun yang lalu itu.Satu hal adalah pasti, bahwa setiap orang
kristen tentu akan mengerti betul apa maksudnya dan apa latar belakang
mereka merayakan "VALENTINE DAY" itu atau (hari kasih sayang).
VERSI LAIN :
Valentine, Kisah Pengorbanan si Pendeta Baik hati
Lihat GambarDi berbagai belahan dunia, orang beramai-ramai mengamini bahwa tanggal 14 Februari adalah hari Velentine. Di Indonesia pun, para warganya turut menyambut gembira datangnya hari kasih sayang ini, meskipun sebenarnya mereka tak tahu pasti mengapa harus ikt merayakan hari tersebut.
Bukankah untuk menunjukkan rasa sayang kita terhadap teman, kekasih ataupun keluarga kita tak perlu menunggu datangnya tanggal 14 februari, kita bisa menunjukkannya setiap hari. Kita juga tak perlu mengeluarkan uang banyak untuk membeli coklat, bunga dan pernak-pernik lainnya untuk menunjukkan rasa sayang kita, cukup dengan perhatian yang tulus.
Terlepas dari itu semua, marilah kita kupas secara detail keistimewaan hari Valentine yang kedatangannya selalu membuat dunia menjadi serba merah muda. Beberapa para ahli mengatakan bahwa asal mula Valentine itu berkaitan dengan St. Valentine. Ia adalah seorang pria Roma yang menolak melepaskan agama Kristen yang diyakininya.
Ia meninggal pada 14 Februari 269 Masehi, bertepatan dengan hari yang dipilih sebagai pelaksaan 'undian cinta'. Legenda juga mengatakan bahwa St. Valentine sempat meninggalkan ucapan selamat tinggal kepada putri seorang narapidana yang bersahabat dengannya. Di akhir pesan itu, ia menuliskan : "Dari Valentinemu".
Sementara itu sebuah cerita lain mengatakan bahwa Saint Valentine adalah seorang pria yang membaktikan hidupnya untuk melayani Tuhan di sebuah kuil pada masa pemerintahan Kaisar Claudius. Ia dipenjarakan atas kelancangannya membantah titah sang kaisar. Baru pada tahun 496 Masehi, pendeta Gelasius menetapkan 14 Februari sebagai hari penghormatan bagi Valentine.
Akhirnya secara bertahap 14 Februari menjadi hari khusus untuk bertukar surat cinta dan St. Valentine menjadi idola para pecinta. Datangnya tanggal itu ditandai dengan pengiriman puisi cinta dan hadiah sederhana, semisal bunga. Sering juga untuk merayakan hari kasih sayang ini dilakukan acara pertemuan besar atau bahkan permainan bola.
Di AS, Miss Esther Howland tercatat sebagai orang pertama yang mengirimkan kartu valentine pertama. Acara Valentine mulai dirayakan besar-besaran semenjak tahun 1800 dan pada perkembangannya, kini acara ini menjadi sebuah ajang bisnis yang menguntungkan.
Perlahan semarak hari kasih sayang ini merebak keluar dan menular pada masyarakat di seluruh dunia dibumbui dengan versi sentimentak tentang makna valentine itu sendiri. Bahkan anak-anak kecil pun tertular dengan wabah ini, mereka saling berkirim kartu dengan teman-temannya di sekolah untuk menunjukkan rasa sayang mereka.
Sejarah Hari Valentine
Asal mula hari Valentine tercipta pada jaman kerajaan Romawi. Menurut adat Romawi, 14 Februari adalah hari untuk menghormati Juno. Ia adalah ratu para dewa dewi Romawi. Rakyat Romawi juga menyebutnya sebagai dewi pernikahan. Di hari berikutnya, 15 Februari dimulailah perayaan 'Feast of Lupercalia.'
Pada masa itu, kehidupan belum seperti sekarang ini, para gadis dilarang berhubungan dengan para pria. Pada malam menjelang festival Lupercalia berlangsung, nama-nama para gadis ditulis di selembar kertas dan kemudian dimasukkan ke dalam gelas kaca. Nantinya para pria harus mengambil satu kertas yang berisikan nama seorang gadis yang akan menjadi teman kencannya di festival itu.
Tak jarang pasangan ini akhirnya saling jatuh cinta satu sama lain, berpacaran selama beberapa tahun sebelum akhirnya menikah. Dibawah pemerintahan Kaisar Claudius II, Romawi terlibat dalam peperangan. Claudius yang dijuluki si kaisar kejam kesulitan merekrut pemuda untuk memperkuat armada perangnya.
Ia yakin bahwa para pria Romawi enggan masuk tentara karena berat meninggalkan keluarga dan kekasihnya. Akhirnya ia memerintahkan untuk membatalkan semua pernikahan dan pertunangan di Romawi. Saint Valentine yang saat itu menjadi pendeta terkenal di Romawi menolak perintah ini.
Ia bersama Saint Marius secara sembunyi-sembunyi menikahkan para pasangan yang sedang jatuh cinta. Namun aksi mereka diketahui sang kaisar yang segera memerintahkan pengawalnya untuk menyeret dan memenggal pendeta baik hati tersebut.
Ia meninggal tepat pada hari keempat belas di bulan Februari pada tahun 270 Masehi. Saat itu rakyat Romawi telah mengenal Februari sebagai festival Lupercalia, tradisi untuk memuja para dewa. Dalam tradisi ini para pria diperbolehkan memilih gadis untuk pasangan sehari.
Dan karena Lupercalia mulai pada pertengahan bulan Februari, para pastor memilih nama Hari Santo Valentinus untuk menggantikan nama perayaan itu. Sejak itu mulailah para pria memilih gadis yang diinginkannya bertepatan pada hari Valentine.
Kisah St. Valentine
Valentine adalah seorang pendeta yang hidup di Roma pada abad ketiga. Ia hidup di kerajaan yang saat itu dipimpin oleh Kaisar Claudius yang terkenal kejam. Ia sangat membenci kaisar tersebut, dan ia bukan satu-satunya. Claudius berambisi memiliki pasukan militer yang besar, ia ingin semua pria di kerajaannya bergabung di dalamya.
Namun sayangnya keinginan ini bertepuk sebelah tangan. Para pria enggan terlibat dalam perang. Karena mereka tak ingin meninggalkan keluarga dan kekasihnya. Hal ini membuat Claudius sangat marah, ia pun segera memerintahkan pejabatnya untuk melakukan sebuah ide gila.
Ia berfikir bahwa jika pria tak menikah, mereka akan dengan sennag hati bergabung dengan militer. Lalu Claudius melarang adanya pernikahan. Para pasangan muda menganggap keputusan ini sangat tidak manusiawi. Karena menganggap ini adalah ide aneh, St. Valentine menolak untuk melaksanakannya.
Ia tetap melaksanakan tugasnya sebagai pendeta, yaitu menikahkan para pasangan yang tengah jatuh cinta meskipun secara rahasia. Aksi ini diketahui kaisar yang segera memberinya peringatan, namun ia tak bergeming dan tetap memberkati pernikahan dalam sebuah kapel kecil yang hanya diterangi cahaya lilin, tanpa bunga, tanpa kidung pernikahan.
Hingga suatu malam, ia tertangkap basah memberkati sebuah pasangan. Pasangan itu berhasil melarikan diri, namun malang ia tertangkap. Ia dijebloskan ke dalam penjara dan divonis mati. Bukannya dihina, ia malah dikunjungi banyak orang yang mendukung aksinya. Mereka melemparkan bunga dan pesan berisi dukungan di jendela penjara.
Salah satu dari orang-orang yang percaya pada cinta itu adalah putri penjaga penjara. Sang ayah mengijinkannya untuk mengunjungi St. Valentine di penjara. Tak jarang mereka berbicara selama berjam-jam. Gadis itu menumbuhkan kembali semangat sang pendeta itu. Ia setuju bahwa St. Valentine telah melakukan hal yang benar.
Di hari saat ia dipenggal,14 Februari, ia menyempatkan diri menuliskan sebuah pesan untuk gadis itu atas semua perhatian, dukungan dan bantuannya selama ia dipenjara. Diakhir pesan itu, ia menuliskan : "Dengan Cinta dari Valentinemu."
Pesan itulah yang kemudian merubah segalanya. Kini setiap tanggal 14 Februari orang di berbagai belahan dunia merayakannya sebagai hari kasih sayang. Orang-orang yang merayakan hari itu mengingat St. Valentine sebagai pejuang cinta, sementara kaisar Claudius dikenang sebagai seseorang yang berusaha mengenyahkan cinta.
Tradisi Valentine
-- Selama beberapa tahun di Inggris, banyak anak kecil di dandani layaknya anak dewasa pada hari Valentine. Mereka berkeliling dari rumah ke rumah sambil bernyanyi.
-- Di Wales, para pemuda akan menghadiahkan sendok kayu pada kekasihnya pada hari kasih sayang itu. Bentuk hati dan kunci adalah hiasan paling favorit untuk diukir di atas sendok kayu tersebut.
-- Pada jaman Romawi kuno, para gadis menuliskan namanya di kertas dan memasukkan ke dalam botol. lalu para pria akan mengambil sah satu kertas tersebut untuk melihat siapakan yang akan menjadi pasangan mereka dalam festifal tersebut.
-- Di Negara yang sama, para gadis akan menerima hadiah berupa busana dari para pria. Jika ia menerima hadiah tersebut, ini pertanda ia bersedia dinikahi pria tersebut.
-- Beberapa orang meyakini bahwa jika mereka melihat robin melayang di udara saat hari Valentine, ini berarti ia akan menikah dengan seorang pelaut. Sementara jika seorang wanita melihat burung pipit, maka mereka akan menikah dengan seorang pria miskin. Namun mereka akan hidup bahagia. Sementara jika mereka melihat burung gereja maka mereka akan menikah dengan jutawan.
-- Sebuah kursi cinta adalah kursi yang lebar. Awalnya kursi ini dibuat untuk tempat duduk seorang wanita (jaman dahulu wanita mengenakan busana yang sangat lebar). Belakangan kursi cinta dibuat untuk tempat duduk dua orang. dengan cara ini sepasang kekasih bisa duduk berdampingan.
-- Pikirkan lima atau enam nama pria (jika anda wanita) atau lima atau enam nama wanita (jika anda pria) yang ingin anda nikahi. Lalu putralah setangkai apel sambil menyebut nama tersebut satu persatu. Anda akan menikah dengan nama yang anda sebut saat tangkai tersebut lepas dari buahnya.
-- Petiklah sekuntum bungan dandelion yang tengah mengembang. Tiuplah putik-putik pada bunga tersebut, lalu hitunglah putik yang tersisa. Itu adalah jumlah anak yang akan anda miliki setelah menikah.
-- Jika anda memotong sebuah apel pada tengahnya dan menghitung jumlah biji di dalamnya, ini juga bisa menunjukkan jumlah anak yang akan anda miliki setelah menikah.